Pelajaran Branding Bisnis Kecil dari Zappos

image

 

Editor’s note : Artikel ini ditulis oleh Susan Waldman, founder Ziiyen, yang belum lama ini mengunjungi kantor Zappos. Sebelumnya Susan menjabat sebagai direktur advertising di Northwest Airlines dan senior marketing planner di Walt Disney.

 

Budaya diciptakan oleh nilai (values), values akan menghasilkan kebiasaan, kebiasaan akan menggerakkan aksi, dan aksi akan menciptakan hasil.

 

Dalam dunia yang makin kompetitif dan transparan seperti sekarang ini, Zappos bisa menjadi sebuah contoh yang luar biasa tentang bagaimana budaya sebuah perusahaan bisa memberi hasil finansial yang sangat baik. Mengikuti jejak Disney, Starbucks, dan banyak perusahaan lain, budaya perusahaan di Zappos berfokus pada satu hal, “Delivering happiness” atau mengantarkan kebahagiaan, sesuatu yang membuat mereka menghasilkan kesuksesan bernilai milyaran dolar.

Untuk Zappos, branding bisa diartikan menjadi satu kata: budaya (kultur).

Dalam perjalanan ke Las Vegas baru-baru ini, saya mendapatkan kesempatan untuk melakukan tur di kantor mereka, serta bertemu dengan Robert Richman, seorang culture architect. Kunjungan tersebut membuat saya terinspirasi, termotivasi, dan tentunya, bahagia.

Hubungan antara budaya dan brand sudah membuat saya terkesan selama tiga tahun saya bertugas di Disney World. Di sana saya mengalami rasa senang yang luar biasa saat berada dalam sebuah tim yang berdedikasi dengan budaya yang kuat dan bersama-sama membangun brand. Pengetahuan yang dimiliki oleh Zappos dalam topik ini merupakan sesuatu yang baru, dan mereka dengan senang hati membagikan ilmu ini pada siapaun yang ingin tahu.

Berikut adalah pelajaran yang saya petik dari Zappos dan saya anggap paling berhubungan dengan bisnis kecil:

Peran penting yang dimiliki sebuah budaya

Di Zapposland, budaya adalah segalanya. Petinggi perusahaan akan mengatakan pada Anda bahwa hal itu yang mengerakkan semua hal yang ada di perusahaan dalam setiap tingkatannya. Begini cara kerjanya:

Budaya diciptakan oleh nilai (values), value akan menghasilkan kebiasaan, kebiasaan akan menggerakkan aksi, dan aksi akan menciptakan hasil.

Jadi jika Anda ingin mengubah hasil yang Anda dapat, berfokuslah pada budaya.

Seperti yang dikatakan Richman, “Biasanya orang berfokus pada hasil, tapi mereka tidak sadar bahwa aksi adalah sesuatu yang menciptakan hasil itu. Jika Anda terlalu berfokus pada hasil, sama halnya dengan Anda bermain sebuah permainan olahraga sambil terus melihat papan nilai.”

Dia juga mengatakan bahwa Anda bisa mendapatkan keuntungan jangka pendek jika memotong pengeluaran, tapi hal itu tidak akan membantu Anda bertumbuh. Dia mengatakan bahwa lebih mudah melakukan pemotongan pengeluaran daripada mengurus budaya perusahaan, maka biasanya pemotongan pengeluaran merupakan cara yang lebih dipilih untuk mencapai kemajuan.

Walaupun begitu, Anda akan belajar bahwa hasil yang didapat dari pemotongan pengeluaran efeknya hanya sesaat, seperti memakai obat-obatan terlarang, sangat kuat tapi rasa senangnya hanya bertahan sebentar.

Apa sih budaya itu?

Richman berkata, pada akhirnya, budaya perusahan dialami seperti sebuah perasaaan. Perasaan yang Anda dapat saat berjalan memasuki gedung, melakukan sesuatu, dan berinteraksi dengan orang lain. Hal inilah yang akan direspon oleh orang-orang dan merupakan cara untuk mereka belajar tentang kode etik perusahaan.

Tapi perasaan adalah sesuatu yang sulit diatur. Maka Zappos memecah budaya tersebut menjadi poin-poin inti. Budaya bisa berjalan saat Anda mengetahui apa yang bernilai bagi Anda, dan sebaliknya. Dia merekomendasikan agar Anda mendefinisikan apa yang bernilai bagi Anda dan apa yang tidak bernilai. Rekrut dan latihlah orang-orang di perusahaan Anda untuk mencapai hal ini, pastikan setiap bagian bisnis Anda menjalankan hal tersebut. Hal inilah yang akan mengubah hasil yang didapat melalui budaya.

Cara Zappos mendefinisikan brand

Hal ini merupakan bagian yang menarik bagi orang yang bergerak di dunia branding seperti saya. Saya sudah lama berada di garis terdepan dan menyakini bahwa brand yang luar biasa perlu didukung oleh budaya brand yang juga luar biasa. Tapi Zappos melangkah lebih jauh daripada itu. Perusahaan mereka secara mengklaim bahwa budaya internal dan brand adalah hal yang sama. Inilah cara mereka melihat hal tersebut:

Semua hal yang dirasakan dan dialami oleh pasar tentang Anda, adalah hasil dari budaya yang Anda miliki.

Pasar akan mendefinisikan brand Anda berdasarkan pengalaman yang mereka dapat. Pengalaman yang mereka dapat berulang-ulang akan membuat mereka mematok bahwa Anda akan membuat mereka merasakan hal yang sama untuk ke depannya.
Karena itu, Zappos mendefinisikan brand Anda sebagai indikator yang “ketinggalan” untuk menilai budaya, karena dibutuhkan enam sampai dua belas bulan agar pasar bisa merasakan perubahan dalam budaya Anda.

Kebahagiaan sebagai tujuan utama

Zappos adalah penjual produk-produk yang mendapat reputasi dari servis yang diberikan. Versi mereka tentang servis “yang WOW “ adalah dengan berfokus sepenuhnya untuk membahagiakan orang lain. Bumbu rahasianya adalah memperlakukan orang selayaknya manusia dan mengapresiasi apa yang mereka lakukan. Sangat mudah dan sederhana, tapi bukankah ini adalah yang kita selalu cari?

Kunci yang dimiliki Zappos adalah mereka sudah ahli menghubungkan kebagiaan orang dengan indikator performa. Bertahun-tahun yang digunakan untuk berpikir, menghasilkan ide, dan bereksperimen dengan budaya pada akhirnya membuat mereka menjadi seperti sekarang ini.

Coba pikirkan, bukankah kita semua bekerja dengan usaha terbaik saat kita sedang bahagia? Bukankah kita merasa paling bahagia saat merasa dihargaiberhubungan dengan orang lain, danmendapat kesempatan untuk berkontribusi dalam sesuatu yang tidak biasa kita lakukan?

“Triknya adalah untuk menghubungkan orang yang bahagia dengan indikator performa,” jelas Richman. “Jika orang menikmati apa yang mereka kerjakan dan membuat kontribusi, semuanya akan berjalan dengan spektakular.”

Dia menambahkan bahwa peningkatan stress biasanya terjadi karena terlalu berfokus pada hasil, keadaan yang akan memblokir kreatifitas serta produktivitas, dan termasuk menghancurkan budaya perusahaan Anda.

Bagaimana cara Anda bisa mulai membangun budaya sendiri?

Richman menyebutkan bahwa Anda bisa menciptakan jalur pengaturan budaya Anda sendiri. Langkah pertama adalah mencari dan mendapat pengalaman yang membuktikan pada Anda bahwa mengatur budaya adalah jalur untuk mencapai kesuksesan jangka panjang. Pengalaman ini bisa didapat dari membaca buku, melakukan tur di Zappos, mengunjungi Disney World, atau menempatkan diri Anda di tempat manapun yang memiliki budaya yang kuat.

Langkah selanjutnya adalah memiliki komitmen. Richman menyebutkah bawah komitmen adalah faktor yang paling penting untuk menentukan apakah sebuah rencana untuk menjalani budaya akan berjalan atau tidak. Jika Anda tidak berkomitmen, maka Anda bisa mendapat keuntungan jangka pendek, tapi tidak memiliki kultur yang kuat.

sumber : ( startupbisnis )

 

Thu, 19 Jul 2012 @10:39


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 8+4+7

Poser Artikel
Kategori
Kata Mereka
Bisnis Q

photobooth semarang

cakrawala tour

Rara Shop

ekonov gallery

 

 

Link SUPPORT
visitor counter

 

Copyright © 2017 ekonovianto[dot]com · All Rights Reserved
powered by sitekno