

Sahabatku yang powerful, apa kabar bahagia Anda hari ini?
Semoga Anda senantiasa dalam lindungan Tuhan Sang Pencipta dan hidup sejahtera penuh berkah.
Dalam artikel kali ini, saya ingin mengajak Anda untuk menemukan AKAR PERSOALAN MENGAPA ORANG HIDUP MISKIN. Apakah karena sudah suratan takdir? Karena lahir dari orang tua miskin? Atau sebab yang lainnya.
Saya menemukan ada 3 sebab utama mengapa kemiskinan hadir ke dalam kehidupan seseorang yaitu:
Mari kita kupas bersama ke-3 penyebab utama miskinnya hidup!
Saya berhasil mendeteksi 5 virus mental yang harus segera Anda bersihkan dari pikiran agar tidak jatuh ke jurang kemiskinan yang dalam. Lakukan sekarang juga! Ke-5 virus miskin mental tersebut adalah: membatasi diri, malas, mencari aman, picik dan penilaian negatif.
Saat ada teman yang mendatangi Anda lalu ia berkeluh kesah tentang hidupnya yang susah dan meminta jalan keluarnya kepada Anda. Namun setelah Anda memberikan saran, ia akan menjawab: “Tidak mungkin, tidak bisa”. Anda lalu meyakinkan kembali, dan ia lantas menjawab: “tapi kan itu memutuhkan ini dan membutuhkan itu”, “harus melakukan ini dan melakukan itu”. Berhati-hatilah karena Anda sedang berhadapan dengan orang yang membatasi diri. Bukannya mencoba untuk menjalankan saran Anda dan memetik hikmah jika saran itu tidak berhasil, malah ia mempersulit dirinya dengan berbagai asumsi yang belum jelas kebenarannya. Itulah yang menjadi penyebab mengapa hidupnya miskin dan susah

Dibeberapa kesempatan saya membawakan seminar, saya sering memberikan tawaran kepada audience: “Siapa yang ingin saya buat menjadi LEBIH KAYA seketika di sini dan sekarang?” Hampir semua audience mengangkat tangan dan beberapa diantaranya berebut untuk maju ke panggung. Setelah itu saya berikan uang receh kepada peserta yang maju ke panggung sambil berujar lantang: “ Sekarang Ibu A lebih kaya Rp 100,-, Mbak B lebih kaya Rp 200,- Bapak C lebih kaya Rp 500,- dst sampai semua peserta yang maju mendapatkan tambahan koin dari saya.
Ada 2 pesan yang ingin saya sampaikan ke audience yaitu pertama, jika Anda ingin bertambah lebih kaya, pastikan dengan jelas berapa Anda ingin bertambah lebih kaya. 1 juta, 10 juta, 100 juta. Sebab jika tidak jelas dan spesifik bertambah Rp 100,- itu pun Anda telah bertambah lebih kaya. Kedua, Jika samapai saat ini, Anda masih menginkan kaya dalam waktu cepat, Anda telah dikuasai oleh monster malas. Hanya orang malas yang ingin kaya seketika, tanpa melalui proses. Penyakit miskin mental ini sering menjadikan Anda sebagai sasaran empuk para penipu yang menawarkan iming-iming bisa menggandakan uang.
Bentuk kemalasan yang lain diperlihatkan dengan tiadanya kemauan untuk mengembangkan diri atau berhenti belajar. Berhati-hatilah, sebab banyak diantara kita yang berhenti membaca buku setelah tamat SMA atau lulus kuliah, tidak mau mengambil kursus tambahan atau menghadiri seminar, mendengar CD. Efek jangka panjangnya, karirnya mentok dan hidupnya tidak akan tumbuh.
Penyakit miskin mental ke-3 adalah senang mencari aman. Siapa yang tidak menyukai keamanan dan kenyaman?. Semua orang menyukainya, hanya saja tiadanya keberanian untuk meninggalkan kenyamanan untuk menuju kenyamanan yang lebih besar dan baik akan menjadikan hidup Anda terus miskin. Beranilah untuk mengambil risiko, buat perubahan dan sambut tantangan dengan pikiran yang optimis.
Seringkali kemiskinan dan kesengsaraan merupakan cermin dari kepicikan pikiran dalam membaca berbagai kejadian hidup. Lahir dari orang tua miskin dinilai sebagai takdir untuk menjadi orang miskin, minimnya pendidikan dijadikan alasan kuat untuk tidak berhasil dan segudang negatif thinking lainnya semakin menenggelamkan kita ke dalam lumpur kemiskinan. Mari bangkit dari kubangan lumpur kemiskinan dengan mempositifkan pikiran: lahir dari orang tua miskin, dinilai sebagai takdir untuk menyejahterakan orang tua, minimnya pendidikan dijadikan sebagai bahan bakar untuk terus belajar secara otodidak.
Sisi berseberangan dari negative thinking yang tidak kalah bahayanya adalah: “merasa diri paling”. Mengapa “merasa diri paling” itu justru lebih berbahaya daripada negative thinking? Sebab, jika Anda telah terinvesksi virus: “merasa diri paling” Anda akan meremehkan orang lain sehingga hilanglah sikap hormat Anda kepada orang tersebut. Efeknya Anda akan terputus dari dukungan dan kerjasama dengan orang yang bersangkutan. Bentuk bahaya kedua adalah: Anda berhenti belajar, sebab sudah merasa diri paling. Efeknya Anda akan berhenti tumbuh, kapasitas solusi Anda stagnan, padahal kehidupan terus berjalan dengan problem yang terus membesar, akhirnya Anda akan termakan oleh masalah yang tidak bisa Anda selesaikan karena “merasa diri paling” menghentikan pertumbuhan kapasitas solusi Anda. Sadarlah sebelum terlambat, sahabatku yang powerful.

Apakah penilaian berikut ini ada dalam benak Anda:
Jika Anda menjawab: “ya”. Sadarlah bahwa di dalam pikiran Anda telah bersemayam virus miskin mental yang selalu membunuh pikiran kreatif Anda untuk hidup kaya. Yuk, segera lakukan vaksinasi untuk membunuh virus tersebut. Pertama, putarbalikkan penilaian di atas menjadi:
Kedua, tindaklanjuti penilaian positif tersebut dengan tindakan nyata. Sampai jumpa pada kehidupan yang berlimpah dan penuh berkah.
Insya Allah pada lain kesempatan, akan saya lanjutkan dengan mengupas penyebab ke-2 dan ke-3 mengapa orang hidup miskin.
Salam Powerful,
- Inspirator Finansial, Founder Sugihnom University
![]() |
Author : EDI SUSANTO, BUSINESS OWNER Bimbingan Belajar Antusias , Sugihnom University , Griya Motivasi. - WRITER @(Simbiosa, Juli 2009) - (Gramedia, Maret 2011)- (Elexmedia, Juni 2011)- (Diva Press, Januari 2012) - (Galang Press, 2012) - (Grasindo, 2012), TRAINER & KONSULTAN : 1. Motivasi, 2. Marketing, 3. Selling, Fb : Edisusanto.Dahsyat |
Jika Anda menyukai Artikel tulisan Motivator kita ini, baca juga tulisan beliau yang lain bisa di baca di bawah ini :
Baca juga yang satu ini :
Sat, 2 Feb 2013 @11:49Faizin |
Sat, 2 Feb 2013 @12:55ekonov |