Mengapa Entrepreneur Harus Memperhatikan Cashflow ?

image

Seorang entrepreneur memiliki keinginan dan semangat yang besar untuk memulai suatu usaha yang berhasil. Namun yang menjadi pertanyaan apakah yang menjadi tolak ukur suatu usaha disebut berhasil?

1.   Cash is the King.

Beberapa sumber menyatakan bahwa banyak sekali usaha gagal bertahan dalam 5 tahun pertama, dikarenakan masalah cashflow (tidak ada/kurangnya aliran dana yang masuk), sehingga akhirnya usaha atau bisnis yang dijalankan tidak lagi dapat menutupi biaya/cost yang harus dikeluarkan.

Suatu usaha atau bisnis bisa saja memiliki profit yang tinggi, namun jika profit tersebut lebih banyak dalam piutang apalagi piutang yang macet maka hal ini bisa menjadi masalah, karena tetap dibutuhkan dana tunai/cash untuk menjalankan kegiatan operasional. Hal ini yang terkadang diabaikan oleh para entrepreneur dalam memulai atau menjalankan usahanya. Pengaturan cashflow menjadi hal penting yang perlu dipersiapkan dan diperhitungkan secara detil, karena pada umumnya diawal-awal usaha pemasukan/hasil usaha belum sesuai jumlah yang diinginkan, apalagi untuk usaha di bidang yang tergolong baru.

2. Have Emergency Plan

Sama seperti persiapan yang dilakukan dalam keuangan pribadi/personal finance dimana diperlukan persiapan Dana Darurat, begitu juga halnya sebuah usaha memerlukan Dana Darurat. Dana Darurat dalam usaha dipersiapkan bukan hanya jika terjadi keadaan darurat namun juga jika pemasukan/penghasilan usaha belum cukup membayar/meng-cover pengeluaran yang ada. Besarnya jumlah Dana Darurat yang disiapkan tergantung dari jenis usaha-nya, jika termasuk usaha fast moving goods maka Dana Darurat yang diperlukan tidak perlu terlalu besar bisa 3-6 bulan pengeluaran, namun jika termasuk slow moving goods maka perlu Dana Darurat yang cukup besar sampai dengan 12 bulan pengeluaran. Dan jika Dana Darurat terus terpakai maka sebenarnya perlu evaluasi dan analisa terhadap kondisi usaha yang berjalan apakah ada masalah yang menyebabkan pemasukan/penghasilan terhambat, kurangnya aktifitas yang bisa meningkatkan penjualan, penentuan target market dan positioning yang kurang tepat, dan lainnya, sehingga bisa dicari solusinya.

3.   Health Personal Finance

Selain memperhatikan cashflow usaha/bisnis yang dijalankan (seharusnya tercermin dalambusiness plan yang dibuat) seorang entrepreneur juga perlu memperhatikan cashflow keuangan pribadinya, apakah pemasukan atau penghasilannya tergantung dari bisnis yang dijalankan, apakah bisnis yang dijalankan menjadi satu-satunya sumber income, dan bagaimana mengantisipasi jika ternyata usahanya sedang dalam posisi minus (pengeluaran lebih besar dari pemasukan). Seorang entrepreneur perlu menjaga independensi antara keuangan pribadi dan keuangan bisnis, dalam artian bahwa sebisa mungkin tidak saling mempengaruhi secara signifikan. Diutamakan keuangan pribadi telah sehat terlebih dahulu sebelum memulai suatu usaha, mulai dengan menjaga cashflow positif, melunasi hutang-hutang konsumtif, mempersiapkan Dana Darurat, memiliki proteksi/asuransi yang diperlukan, baru kemudian menyiapkan modal usaha yang diinginkan. Lakukan Financial Check Up sedini mungkin terhadap keuangan pribadi, buat perencanaan yang baik dan benar, sehingga kita akan lebih siap menjadi entrepreneur. Sangat disayangkan jika kita terlalu fokus pada keuangan usaha/bisnis yang kita jalankan dan mengabaikan keuangan pribadi kita.

Pintar mengatur cashflow, Sehatkan keuangan pribadi dan bisnis anda!

Yosephine P. Tyas S.Kom, MM, RFA® (@phien13)
Senior Associate Advisor – 
AFC Financial Check Up www.afcindonesia.com

sumber  : startupbisnis (dengan sedikit perubahan)

 

Thu, 12 Apr 2012 @11:08


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 3+3+0

Poser Artikel
Kategori
Kata Mereka
Bisnis Q

photobooth semarang

cakrawala tour

Rara Shop

ekonov gallery

pelangi tour travel internasional

 

Link SUPPORT
visitor counter

 

Copyright © 2017 ekonovianto[dot]com · All Rights Reserved
powered by sitekno