MEMBUKA GEMBOK-GEMBOK BISNIS (Part2)

image

SAHABAT YANG POWERFUL, APA KABAR BAHAGIA ANDA HARI INI?

Semoga Tuhan senantiasa mencurahkan keselamatan, kesejahteraan dan kebahagian kepada Anda sebagai makhluk terbaik ciptaan-Nya.

Tulisan ini hadir sebagai pemenuh janji saya untuk membuka gembok bisnis ke-3 sampai ke-4, setelah pada tulisan sebelumnya kita telah membuka gembok finansial dan gembok keahlian. Mari kita mulai!

baca juga : MEMBUKA GEMBOK-GEMBOK BISNIS (Part1)

1. Gembok Produk

Daftar ke-2 yang sering ditulis sebagai jawaban atas pertanyaan: “apa yang dibutuhkan untuk membuka bisni?” adalah PRODUK. Setelah modal menduduki peringkat teratas, produk ada pada peringkat ke-2. Baik modal maupun produk merupakan gembok bisnis yang harus dibuka. Keduanya menjadi gembok manakala Anda tidak mempunyai modal dan juga produk.

Kunci pembuka bagi gembok produk adalah GUPOL & SI MARK. GUPOL = GUnakan Produk Orang Lain, SI MARK = Sistem MARKeting.

A. GUPOL

Produk hanya merupakan satu mata rantai dalam bisnis. Mata rantai lain adalah SDM, finansial, dan marketing. Selama Anda memiliki SDM yang kompeten, support finansial dan sistem marketing yang handal tanpa produk pun Anda bisa membuka bisnis dengan cara mendistribusikan produk orang lain atau perusahaan lain, bahkan Anda bisa menjadi distributor eksklusif/distribusi tunggal atas satu produk tertentu.

Dalam kasus ini, Anda bisa melihat dari ratusan item produk Unilever, sebagian tidak diproduksi sendiri. Amazon.com juga tidak memiliki rak buku yang mendisplay beragam judul buku namum mampu menjual buku paling banyak di dunia. Anda juga bisa melihat perbankan, yang mampu menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali –bukan dananya sendiri. Dari kegiatan menghimpun dana (produk) dan menyalurkannya kembali mampu untuk membangun gedung-gedung raksasa sebagai kantornya, menggaji ribuan karyawan dan memberikan hadiah mulai dari uang, mobil sampai rumah kepada nasabahnya.

Saya sendiri dalam menjalankan bimbingan belajar hanya menghimpun para mahasiswa yang kelebihan waktu luang dan membutuhkan uang untuk saya pekerjaan sebagai pengajar (tentor). Masih beralasan tidak mempunya produk? Ok, lihat perusahaan MLM, banyak dari mereka yang produknya disuplai oleh perusahaan lain. Aset yang mereka miliki adalah jaringan para distributornya (member) yang tersebar luas sampai ke pelosok negeri.

Jadi, jika Anda tidak mempunya produk, pastikan Anda mempunyai pasarnya (pembeli potensial dan setia), maka secara megnetik Anda mampu menarik para pemasok untuk memberikan produknya dengan cuma-cuma (bayar di belakang). “Hari gini gak jadi buka usaha, karena gak punya produk, kuno euy”, itulah kesimpulannya.

B.  SI MARK

Kesulitan terbesar bisnis ada pada kemampuan dalam “membuang” produk (baca menghabiskan stok produk) dari pada mendatangkan produk. Banyak bisnis bangkrut karena produk tidak terjual dan menganggur di gudang. Sebaliknya beberapa bisnis mampu menggurita hanya dengan produk yang standar namun memiliki sistem dan distribusi produk kelas dunia. Contoh terkenal dari kasus ini adalah Mc. Donald. Banyak perusahaan yang bisa membuat hamburger lebih enak, lezat dan bergizi dari Mc Donald. Namun mereka tidak bisa menandingi kehebatatan sistem yang telah berhasil dibangun Mc.Donald dan jaringan gerai hambergernya yang bisa dijumpai hampir di setiap negara di dunia.

Inilah the power dari SI MARK. Sistem yang ditunjang jaringan distribusi produk yang mampu merambah ke berbagai penjuru dunia mampu menghasilkan bisnis yang menggurita.

Ada beberapa sistem distribusi yang bisa Anda pertimbangkan untuk meluaskan jangkauan produk Anda (meski produk Anda hanya memiliki kualitas standar atau dipasok oleh perusahaan lain), yaitu:

1.  Membuka cabang/agent

Anda mengkopikan sistem bisnis yang telah Anda bangun di area geografi yang berbeda untuk membuka pasar baru.

2.  Membangun sistem MLM

Anda melakukan rekruitment distributor (member) di tiap pelosok daerah untuk menggunakan sekaligus mendistribusikan produk Anda ke area tertentu.

3.  Membangun sistem franchise/waralaba

Anda menyewakan merk dan sistem bisnis Anda ke franchisor (pembeli) untuk jangka waktu tertentu dengan mengenakan charge berupa franchise fee dan royalti fee.

4.  Menggunakan internet

Anda memanfaatkan internet untuk melakukan penawaran tanpa batas waktu dan area.

Silakan, mana yang paling cocok dan Anda kuasai dari ke-4 sistem distribusi di atas. Anda juga bisa menggunakan lebih dari 1 sistem distribusi atau melakukan modifikasi (penggabungan) diantara mereka. Itulah kunci yang bisa membuka gembok tiadanya produk.

2.  Gembok resiko

Gembok bisnis ke-4 yang akan kita buka adalah resiko. Apa definisi Anda tentang resiko ? Saya mengartikan resiko sebagai konsekuensi negatif yang terkandung dalam setiap tindakan. Di dalam setiap tindakan apa pun, ada resiko di dalamnya. Contohnya, saat Anda membaca artikel ini, tiba-tiba jaringan internet Anda terputus atau ada teman atau keluarga yang buang gas di samping Anda. Bukankah hal itu sangat mungkin terjadi?

Dalam berinteraksi dengan  resiko , saya mengenal ada 3 kelompok yang meberikan respon secara berbeda. Pertama, pengambil  resiko . Mereka suka dengan resiko dan sering melakukan tindakan yang beresiko tinggi. Kedua, penghindar  resiko . Mereka ketakutan setengah mati dengan resikosekecil apa pun. Ketiga, pengendali  resiko . Mereka mengukur terlebih dulu resikodan mengambil tindakan atau membatalkan sehubungan dengan kemampuannya dalam menanggung  resiko. Jika Anda masuk kelompok kedua, maka resikomerupakan gembok bisnis yang sangat kuat mengikat anda untuk tidak membuka bisnis. Sebaliknya, jika Anda masuk kelompok pertama, bisnis yang akan Anda buka atau telah Anda buka bisa membahayakan hidup Anda. Sedangkan kelompok ke-3 mampu menjadikan hidup Anda aman tanpa harus kehilangan pertumbuhan pribadi dan bisnis tentunya.

Untuk menjadi seorang pengendali  resiko , Pertama, berangkatlah dari pemahaman yang komprehensif tentang  resiko , sehingga muaranya Anda akan mampu merespon setiap resikodengan bijak. Berikut ini saya hadirkan pemahaman komprehensif tentang  RESIKO.

Ada 2 macam  resiko , yaitu:

1.   Resiko di luar kontrol

Adalah konsekuensi negatif yang bisa tejadi, namum di luar kendali Anda. Artinya, Anda tidak punya peran apa pun untuk meminimalkan atau meniadakan resiko ini. Contohnya adalah bencana alam seperti banjir, gempa, longsor dsb. Untuk resiko di luar kontrol Anda sikapi dengan menyerahkannya kepada Tuhan (Tawakal total). Jadi, resiko jenis ini tidak perlu dirisaukan, sebab Tuhanlah yang mengendalikan.

2.  resiko di dalam kontrol

Adalah konsekuensi negatif yang mungkin timbul, namum bisa Anda kendalikan. Artinya Anda mampu untuk meminimalisir atau meniadakan timbulnya konsekuensi negatif tersebut. Contohnya adalah kerugian atau kebangkrutan dalam bisnis. Untuk kategori resiko ini, Anda menyikapinya dengan melakukan analisasi  resiko , yaitu mengukur antara kemampuam Anda dengan tingkat resiko yang harus Anda pikul serta dengan menciptakan plan b atau tindak antisipasinya. Jadi, resiko jenis ini juga tidak perlu dirisaukan, karena Anda mampu mengendalikannya.

Semoga setelah membaca sejauh ini Anda sekarang memiliki pemahaman yang lebih luas tentang resiko sehingga Anda tidak cinta mati pada resiko atau anti  resiko , namun sebaliknya bisa bersahabat denga  resiko .

Sebagai tambahan dari pemahaman Anda tentang  resiko , saya hadirkan satu kejadian yang sama, namnm bagi satu orang merupakan resiko yang besar, namun bagi yang lain relatif tidak beresiko , yaitu memacu motor dengan kecepatan 120 km/jam. Tindakan itu beresiko besar, jika Anda yang melakukannya di jalanan yang ramai. Sebaliknya itu menjadi relatif tidak beresiko jika yang melakukannya adalah Valentino Rosi di sirkuit balap. Jadi RESIKO ITU RELATIF. Seberapa besar kontrol atau kendali yang bisa Anda pegang adalah penentu besar kecilnya resikoyang Anda hadapi.

Kedua, lihatlah potensi rezeki yang dikandung dalam setiap resiko yang Anda hadapi. Dalam buku ke-4 saya (THE SECRET NOTES FOR MY FRIEND -52 Catatan Rahasia Pengubah Nasib, Elexmedia 2011) saya menuliskan sebuah formula yang memperlihatkan hubungan antara resiko dengan rezeki untuk membantu Anda dalam melihat potensi rezeki didalam setiap  resiko .

 Formula itu saya rumuskan:
Rezeki = Resiko+ Ilmu

Ya, saat ilmu (visi, pengetahuan, keterampilan) dinikahkan dengan resiko maka lahirlah Rezeki. Kedua induk rezeki tersebut (resiko + ilmu) haruslah unggul agar bisa melahirkan rezeki yang melimpah nan berkah.

Dari perumusan tersebut, akan lahir 3 tingkatan rezeki, yaitu: rezeki besar, sedang & kecil. Untuk memperjelasnya, perhatikan  tabel berikut ini!

RESIKO +

ILMU             =

REZEKI

Besar

Besar

Besar

Besar

Kecil

Sedang

Kecil

Besar

Sedang

Kecil

Kecil

Kecil

Sayang sekali karena terbatasnya space dan time, saya tidak bisa mengupas lebih dalam lagi soal rezeki. Namun Anda tidak perlu kecewa, jika ingin memahami lebih luas tentang rezeki, karena Anda bisa membaca buku saya di atas. Sampai disini dulu saya menemani Anda dalam membuka gembok bisnis produk dan  resiko , insya Allah dua gembok bisnis terakhir akan kita buka pada artikel berikutnya.

Salam Powerful

Edi Susanto

- Inspirator Finansial, Founder Sugihnom University

Author : EDI SUSANTO, BUSINESS OWNER  Bimbingan Belajar Antusias  ,  Sugihnom University , Griya Motivasi. - WRITER @(Simbiosa, Juli 2009) -  (Gramedia, Maret 2011)- (Elexmedia, Juni 2011)- (Diva Press, Januari 2012) - (Galang Press, 2012) - (Grasindo, 2012), TRAINER & KONSULTAN : 1. Motivasi, 2. Marketing, 3. Selling, Fb :  Edisusanto.Dahsyat

Jika Anda menyukai Artikel tulisan Inspirator Finansial kita ini, baca juga tulisan beliau yang lain bisa di baca di bawah ini :

  1. MEMBUKA GEMBOK-GEMBOK BISNIS (Part1)
  2. MERAIH SUKSES DENGAN 5 TEMAN GAIB
  3. Tips "MENJUAL" Jadi Semudah Membalikkan Telapak Tangan, Mau?
  4. "INSAN KAMIL" Model Manusia Muslim Paling POWERFULL Tahun 2012. Kita? 
  5. REBORN LIFE-Lahir Kembali Menjadi Lebih Berkualitas Agar Pantas Naik Kelas
  6. Memahami - LEVEL REZEKI ( Agar Kita Bisa Naik LEVEL )

Popular Post ( Month)

7 Fakta "menyesatkan" ajaran Bob Sadino dalam Bisnis ( yang wajib Anda tahu) 

Tips "MENJUAL" jadi semudah membalikkan telapak tangan, Mau?

Begitu Berharganya Sebuah Ide

from WEAKNESS to GREATNESS - Bagaimana Mengubah Kelemahan menjadi Kekuatan Tak Tertandingi

Pemasukan 25 Juta Per Bulan, Beranikah Anda?

baca Juga yang ini : 

  1. (TOP 15 ) Wanita pebisnis (muda ) dan Perusahan Mereka yang Gemilang. 
  2. Top Tips, Agar Bisnis Anda bertahan Ratusan Tahun.
  3. 8 Tips Sukses dari Orang Paling Kaya di Asia (plus Biografi)
  4. 7 Fakta "menyesatkan" ajaran Bob Sadino dalam Bisnis ( yang wajib Anda tahu) 
  5. 8 Tips menciptakan judul fantastis.
  6.  5- Aturan Sederhana , Yang Harus Diikuti Para Networker.
  7. Tingkatkan Daya Saing Nasional, MITI Rangkul Mahasiswa
  8. Bagaimana Menjadikan Kartu Nama Anda UNIK ? (Studi Kasus+Contoh
  9. 6 - Tips dan Tricks agar bisa menulis Cepat (dan Professional)
  10. Sekolah 5 Senti - (Energi Untuk Menggapai Sukses dari maupun tanpa SEKOLAH ) Oleh: Rhenald Kasali *
  11. Tampil Beda dengan Gerakan Social Entrepreneurship ( contoh SUKSES cerita brightideacommunity -BIC) 
  12. 50 Quotes Paling Inspiratif - Untuk Entrepreneur (+gambar) 
  13. 7 buku yang wajib dibaca para Entrepreneur (TAHUN 2011) 
  14. 55 Quotation yang akan merubah cara berpikir Anda (Gambar) - PART 1 
  15. 55 Quotation Yang Akan Merubah Cara Berpikir Anda (Gambar) - PART 2

atau mungkin yang satu ini :

Jika ada pertanyaan atau pendapat , silahkan isi kolom komentar berikut ya.. :

 

Sun, 18 Mar 2012 @10:07


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 2+2+9

Poser Artikel
Kategori
Kata Mereka
Bisnis Q

photobooth semarang

cakrawala tour

Rara Shop

ekonov gallery

pelangi tour travel internasional

 

Link SUPPORT
visitor counter

 

Copyright © 2017 ekonovianto[dot]com · All Rights Reserved
powered by sitekno