Begitu Berharganya Sebuah Ide

image

Siang itu ada chatt masuk di FB saya. “Ada ide apakah?” begitu singkat. Sebagaimana biasanya, saya memang tidak mematikan chatt di FB. Sebagian orang mungkin sengaja tidak mengaktifkan chatt. Tentu dengan alasannya mereka masing-masing, salah satunya tidak ingin terganggu. Justru sebaliknya, saya sengaja untuk mengaktifkan chatt walaupun koneksi internet modem saya terkadang tidak cepat. Sederhana saja, siapa tahu ada yang membutuhkan teman untuk diskusi, sharing, berbagi inspirasi, konsultasi bahkan tawaran untuk ngisi.

Termasuk siang itu, sahabat saya yang tidak lain adalah pemilik web ini menanyakan perihal ide alias tulisan baru. Karena saya sudah menyanggupi untuk menjadi salah satu contributor tulisan, segera saya tindak lanjuti. Barangkali sudah banyak yang menunggu dan membutuhkan inspirasi-inspirasi dari saya. Makhlum, selain saya on line melalui tulisan, akhir-akhir ini banyak juga off line alias berbagi inspirasi secara langsung. Berapa waktu lalu di Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim Tegal untuk kegiatan persiapan UN pelajar sekolah menengah yang ditargetkan waktu itu 1000 pelajar hadir. Berlanjut beberapa riset di kampus dan menangani pelatihan soft skill untuk mahasiswa. Berbagi inspirasi memang hal yang menyenangkan. Tantangannya mesti senantiasa memiliki ide segar. Karena itu, kali ini saya ingin berbagi inspirasi terkait BERHARGANYA SEBUAH IDE. Dalam bahasa lain saya katakan ide sebagai inspirasi. Tepat seperti akun twitter saya yaitu @inspirasisegar selain juga kepanjangan dari Siregar.

“Lemari es ENAM pintu”, pernahkan anda mendengar sebelumnya? Atau malah memilikinya di rumah? Sekarang ini mungkin bagi banyak orang keberadaan lemari es dengan enam pintu bukan hal yang baru. Sudah ada. Namun, bagaimana perasaan anda ketika seorang anak SMP memiliki impian ingin mmebuat lemari es enam pintu? Dan saat itu namanya lemari es yang ada ya satu pintu. Ide gila. Mustahil. Aneh.

Bagaimanapun hal itu benar-benar nyata saya temui. Kala itu saya masih aktif menjadi trainer si Sekolah Bisnis untuk Anak dan Remaja BIZZ4KIDS Semarang. Ketika membawakan materi bertema “BRIGHT IDEA” di sebuah sekolah dimana dengan materi itu peserta diajak mengeluarkan ide-ide yang dimiliki. Berbagai ide yang kemudian dikerucutkan untuk dibuat Bussines Plan. Hal membuat saya terkaget adalah karena ada seorang siswa yang menuliskan ide ingin membuat “LEMARI ES ENAM PINTU”.  Bener-bener ide gila saya pikir. Di luar pikiran kebanyakan. Karena saya seorang trainer dan sudah lama berinteraksi dengan banyak orang, saya bisa menghargai ide yang demikian. Saya juga paham bahwa tidak ada ide yang mustahil. Hanya menunggu waktu dan usaha untuk mewujudkan, semua tidak mustahil.

Begitulah, terekam dalam ingatan say perihal “LEMARI ES ENAM PINTU”. Keesokan harinya, waktu itu saya kebagian ngisi materi yang sama, “BRIGHT IDEA” dengan peserta yang berbeda yaitu SMK. Secara tidak biasanya, sebelum mengisi, saya membeli Koran terkenal di Jawa Tengah. Dan tahukah anda yang membuat saya kaget? Di sana sebuah perusahaan lemari es ternama di dunia memasang semacam pemberitaan tentang keluaran terbaru produk lemari es. “LEMARI ES ENAM PINTU”. Dalam hati saya bilang, “Cerdas benar ide anak kemarin itu”.

Semenjak saat itu, saya belajar bahwa ketika sebuah ide muncul, di belahan ruang dan waktu yang lain ada juga ide yang serupa. Ide itu ada yang terwujud menjadi kenyataan. Ada juga yang mandeg dan terlupakan. Karena itu, saat memiliki ide segeralah berusaha mewujudkan. Ingat, di belahan ruang dan waktu yang lain, ada orang dengan ide sama yang berjuang mewujudkannya. Tinggal siapa yang nantinya benar-benar menjadi kenyataan.

Alangkah berharganya ide

Orang-orang besar di jagat ini bisa dipastikan memiliki ide besar. Soekarno fenomenal. Saat orang-orang terkungkung dengan penjajahan, dia maju dengan semangat nasionalisme kemerdekaan. Ide-ide besarnya pada zamannya yang membuat fenomenal hingga sekarang. Sungguh berbeda dengan Presiden berikutnya yang tidak banyak ceritanya.

Thomas Alfa Edison sempat dikatakan gila dengan idenya membuat lampu pijar yang ‘gagal’ berulang kali saat percobaan. Tidak jauh beda dengan Habibie yang menggas Indonesia maju dengan pesawat terbang. Sempat juga dicemooh oleh pihak-pihak yang tidak menghargai ide besar. Teh yang dibotolkan, air putih yang dibuat kemasan, adalah wujud ide-ide yang awalnya tidak rasional. Sekarang kita tahu, begitu besar dampak dari terwujudnya ide-ide itu. Betapa berharganya sebuah ide.

Sampai-sampai ada perusahaan yang mengundang para pemuda untuk mengikuti seminar yang mereka selenggarakan. Makan sudah tentu disediakan, semua fasilitas dijamin. Di dalam kesempatan itulah, mereka diarahkan untuk membuat ide-ide gila. Ide-ide liar yang kemudian dipresentasikan dan dihadiahi bagi mereka yang kira-kira luar biasa lagi bisa diwujudkan. Investasi yang terlalu murah bagi perusahaan dengan menyelenggarakan seminar. Sedangkan perusahaan mendapatkan ide-ide luar biasa untuk kemudian dibuat produk. Ketika ide itu menjadi kenyataan dan diproduksi missal tentunya pemilih ide (peserta seminar) tidak mendapat hak patennya sedangkan perusahaan berjaya dengan mewujudkan ide tersebut. Betapa berharganya sebuah ide.

Jika memang ide sebegitu berharga, tidak rela tentunya dibajak orang lain. Lalu bagaimana tindakan kita?

Jika kita adalah pemilik ide itu, perjuangkanlah ide itu menjadi kenyataan. Tentunya ide yang saya maksudkan ide yang tidak melanggar norma, jujur, bukan plagiat, orisinil, memiliki kebermanfaatan bagi banyak orang. Dan jika kita adalah seorang pemimpin, hargailah ide banyak orang. Jadilah orang yang terakhir meragukan ide mereka. Karena bisa jadi ide mereka menjadi terobosan inovatif dan solutif dalam kepemimpinan.

“Sedikit orang yang memiliki ide besar. Dari yang sedikit itu, semakin sedikit yang berusaha mewujudkan. Tentunya semakin sedikit pula yang akhirnya menjadi kenyataan. Jadilah yang sedikit itu” (Pariman Siregar)

Author :  Pariman Siregar. Penulis, Coach Di  Master From Minder  , Pendiri  Quantum Motivation Center  , Supervisor Di Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa Republika  , Narasumber Di TrijayaFM Semarang  Dalam Acara Mutiara Pagi Official Blog : Http://Parimansiregar.Blogspot.Com/   

Jika Anda menyukai artikel karangan beliau, Baca juga yang satu ini :

jangan lupa memberikan respon, masukan, komentar ..di kolom dibawah ini segera beliau akan membalasnya, insyaalloh.. :

Tue, 21 Feb 2012 @21:22


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

visitor counter

 

Copyright © 2019 ekonovianto[dot]com · All Rights Reserved
powered by sitekno