Bila - Mengawinkan Inovasi Dengan Bisnis, apa Jadinya?

image

Ke manapun anda melangkah pergi dari tempat tinggal anda pasti anda akan kembali pulang ke tempat anda tinggal.

Atau dalam bahasa pepatah lama “Sejauh-jauhnya bangau terbang, kembalinya ke pelimpahan juga”. Tentu pepatah ini berlaku tidak hanya kepada orang yang merantau dari kampung halamannya saja. Tetapi juga berlaku kepada dunia riset. Sedalam-dalamnya riset dilakukan maka hasil riset tersebut sebaiknya menjadi sesuatu yang usefull bagi masyarakat.  

Begitu banyak inovasi yang hadir sebagai hasil karya para peneliti yang telah berusaha mengutak-atik pengetahuan menjadi teknologi yang berguna. Sejumlah sumber daya pun telah banyak dikeluarkan oleh pemerintah untuk mendukung usaha para peneliti. Inovasi yang begitu banyak dihasilkan oleh para peneliti ini menjadi begitu menarik jika dapat dibawa ke dunia bisnis. Karena dengan bisnis ini segala inovasi akan sampai kepada masyarakat.

  

Inovasi?

Inovasi tanpa adanya kemampuan untuk membawanya ke dunia bisnis hanya akan menjadi sebuah inovasi yang hebat namun kurang bermanfaat. Hal ini hanya akan menjadi sesuatu yang percuma dan terkesan kurang efektif dalam pengembangan teknologi. Jika sebuah inovasi hanya menjadi suatu yang hebat namun useless itu tentu tidak menarik bagi dunia bisnis.

Bisnis ?

Dunia bisnis notabene membutuhkan inovasi teknologi yang siap pakai. Oleh karena itu tidak semua hasil inovasi dapat diterima oleh dunia bisnis. Dunia bisnis mensyaratkan inovasi yang dapat dibawa ke dunia bisnis adalah inovasi yang sesuai dengan permintaan dari pemenuhan kebutuhan pasar. Suatu inovasi mungkin saja sangat berteknologi tinggi dan sangat rumit untuk digunakan. Berapa pun tingginya teknologi tidak akan bernilai apa-apa jika tidak dibutuhkan oleh pasar.

dikawinkan ? Apa Jadinya

Sebagai pengikat dari masing-masing pihak yaitu dunia peneliti dan dunia bisnis perlu adanya intermediasi. Sehingga kedua belah pihak dapat “dikawinkan” dan menghasilkan anak yaitu yang bernama produk. Produk ini yang menjadi tujuan dari perkawinan antara dunia peneliti dan dunia bisnis. Produk ini juga dapat berupa sesuatu yang baru ataupun sebuah nilai tambah dari produk yang sebelumnya pernah ada. Dengan hadirnya anak ini menunjukan adanya sebuah keberhasilan dari hasil kerja peneliti dan pebisnis.

Oleh karena itu secara garis besar dunia penelitian dan dunia bisnis semestinya saling berdekatan dan saling bekerjasama. Sebagai penghulu antara kedua belah pihak ini adalah intermediasi. Dan sebagai wali adalah pemerintah terkait. Dan pihak masyarakat dapat menyatakan sah dan menerima hubungan yang legal ini demi terciptanya sinergi dunia penelitian dan dunia bisnis.

Sebuah ikatan yang langeng dibangun dengan sebuah kepercayaan yang kuat. Saling menguntungkan, saling melindungi dan saling berkorban. Masing-masing semestinya memiliki visi yang sama untuk kedepannya. Jalinan hubungan antara peneliti dengan pebisnis semestinya ditopang dengan sebuah pondasi yang kuat yaitu kesamaan visi itu.

Seandainya intermediasi telah berperan untuk membawa mereka menjadi bersatu. Namun tidak berakhir sampai disitu saja. Intermediasi masih berlanjut untuk mempererat hubungan keduanya. Ketika suatu hubungan sudah terjalin bukan berarti bebas masalah. Namun biasanya akan ada saja permasalahan yang muncul. Bisa saja ada keluhan dari salah satu atau kedua pihak yang terkait itu. Untuk itulah perlu dipahami juga bahwa peran intermediasi di sini tidak hanya sebatas “menjodohkan” kedua pihak. Namun juga sampai terjadi sebuah keharmonisan hubungan tersebut hingga jangka seterusnya.

Kalau pihak yang melakukan intermediasi atau yang disebut intermediator mengambil extra efforts untuk memastikan keharmonisan hubungan, boleh dihargai, tetapi ada "awas-awas" jangan sampai terlibat cinta segi tiga atau segi empat. Etika intermediator adalah tidak punya vested dalam melakukan matching. Itu seperti comblang atau divorce lawyer yang ujung-ujungnya ketahuan menceraikan untuk mengawini sendiri kliennya.

Author :  Burhanudin Rabani (Intermediator Teknologi Business Innovation Center, Kementrian Riset dan Teknologi)

Mungkin ini yang Anda cari :

untuk update artikel GRATIS, masukkan email anda dan anda akan mendapatkan artikel terbaru melalui email anda:

Thu, 16 Feb 2012 @12:54


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 2+6+5

Poser Artikel
Kategori
Kata Mereka
Bisnis Q

photobooth semarang

cakrawala tour

Rara Shop

ekonov gallery

pelangi tour travel internasional

 

Link SUPPORT
visitor counter

 

Copyright © 2017 ekonovianto[dot]com · All Rights Reserved
powered by sitekno