Rahasia - Berbagi Dan Berkelimpahan (Cara Banyakin Rejeki Dengan 'Berbagi')

image

“Berbagi”, satu hal menarik untuk kita bahas pada kesempatan kali ini. 

Seorang teman saya yang beberapa waktu lalu sempat ke Jerman menghubungi saya lewat chat di FB menawari saya untuk menjadi kontributor di website-nya. Setelah sejenak berpikir, segera saya meng-iya-kan. 

Dalam banyak kesempatan, saya berusaha untuk tidak menolak tawaran kebaikan sekiranya saya mampu. Ada sebuah kalimat menarik yang saya suka. Begini kalimatnya, “Kita tidak tahu dari siapa, kapan, dimana jalan keberuntungan yang akan membawa kita pada kesuksesan; karena itu, berbuat baiklah kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja kita berada”

Seorang teman juga pernah menasehatkan, “Berbuat baiklah, siapa tahu ada malaikat yang lewat lalu dengan perbuatan baik itu kita diijabahi keinginan kita”. Menarik juga pesan teman tadi. Semua itulah yang mendorong saya untuk berusaha berbuat kebaikan. Sebisa mungkin walaupun hanya berupa gagasan, sekedar kalimat inspiratif mungkian pula kata-kata motivatif. Lagi pula Allah SWT menjanjikan balasan lebih atas perbuatan baik yang manusia lakukan. Mereka yang berinfak dibalas 10 kali lipat bahkan lebih. Ajakan kebaikan jika ternyata diikuti oleh seseorang diberi ganjaran sama dengan dia yang melaksanakan (tanpa mengurangi ganjaran yang melaksanakan). Janji surge untuk perbuatan baik yang mampu menjadikan seorang yang jahat berubah jadi baik. 

Kita tidak kehabisan sarana berbuat kebaikan. Mereka yang kaya berbagi dengan hartanya, mereka yang pandai berbagi dengan ilmunya, mereka yang kuat berbagi dengan tenaganya, bisa juga dengan mengajak melalui lisan, dan kalau tidak bisa apa-apa cukup dengan tidak berbuat aniaya pada orang lain (diam).

Ada sebuah rahasia yang ingin saya bagikan dalam kesempatan ini terkait dengan judul tulisan, “Berbagi dan Berkelimpahan”. Mungkin ada yang sempat terusik dengan judul tersebut, “Berbagi itu bukannya menjadikan kekurangan? Kok ditulis malah menjadikan berkelimpahan?” Itulah kekhawatiran manusia. Khawatir jika hartanya dibagikan (infak) ke orang lain akan berkurang. Perenungannya, “Adakah orang yang jatuh miskin karena berinfak?” Justru kenyataannya semakin banyak berbagi, semakin bertambah apa-apa yang dimiliki. Hal itu barang kali yang menjadi salah satu rahasia mengapa orang kaya semakin menjadi kaya. Mereka beramal dengan harta lalu Allah SWT melipatgandakan balasannya.

Abdurrahman bin Auf pernah menginfakkan seluruh unta dan barang dagangannya untuk kaum muslimin. Tiada rasa kekhawatiran dalam dirinya akan menjadi miskin. Tetap saja kekayaan Abdurrahman bin Auf melimpah. Selain karena kemampuannya dalam berbisnis juga berkahnya dari infak yang dia lakukan. Mudah-mudahan kali lain saya bisa mengupas perihal kaum muslimin golongan fakir yang menemui Rasulullah mengadukan bahwa amalan di dunia ini sudah habis diborong para sahabat yang kaya harta. Tentunya pada ingin tahu juga rahasia kesuksesan bisnis Abdurrahman bin Auf? Sedikit sudah saya kupas di Buku MASTER from minder. Belum baca? Bacalah buku itu. 

“Berbagi dan Berkelimpahan”

Sebelumnya saya ingin bertanya. Tahu Laut Galilea? Pernah mendengar setidaknya ya. Kalau Laut Mati? Pasti banyak yang tahu. Nah, kita akan belajar perihal “Berbagi dan Berkelimpahan” dari kedua laut tersebut. 

Laut Galilea airnya sangat jernih, bening, dan menjadi pusat penghidupan banyak orang. Beragam pemanfaatan airnya, mulai dari masak, mandi, dan berbagai keperluan lainnya. Banyak ikan dan beraneka kehidupan laut ada di Galilea. Bagaimana dengan Laut Mati? Sungguh keadaannya berkebalikan. Airnya asin, gelap, dan tentunya tidak ada yang mau hidup di Laut Mati. Padahal, keduanya memiliki sumber mata air yang sama yaitu Sungai Yordan. 

Rahasianya di sini. Tabiat Laut Galilea dengan Laut Mati berbeda. Setelah menerima sumber air dari Sungai Yordan, Galilea meneruskan airnya ke sungai yang lain. Berbeda dengan Laut Mati yang tidak mengalirkan airnya kemana-mana. Laut Mati hanya menerima tetapi tidak ‘mau’ meneruskan. Hal itu pula yang menjadikannya dinamai Laut Mati. 

Di lingkungan yang lebih dekat, kita bisa temukan air yang menggenang dalam jumlah yang besar. Sungai yang mampet misalnya. Bisa dipastikan airnya kotor, warnanya tidak bening, dan banyak nyamuk alias rawan penyakit. Selain itu, jika sewaktu-waktu debit air bertambah, resikonya bisa terjadi banjir. 

Kita belajar dari Laut Galilea dan Laut Mati serta keadaan air yang mengalir dan menggenang perihal “Berbagi dan Berkelimpahan”. Jika air itu ibarat harta tentunya ada hak orang lain pula dan harus dialirkan. Jika tidak dialirkan akibatnya rawat akan kejadian yang tidak diinginkan. Ada aja pengeluaran untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya kehilangan, sakit, bisnis yang tidak untung-untung dst. (Kita berlindung dari hal demikian).

“Berbagilah karena itu akan membersikan; Berbagilah karena itu akan memperlancar aliran; Berbagilah karena itu justru akan menjadikan keberlimpahan”

Tidak perlu berbangga hati jika banyak berbagi terutama harta (infak). Bukankah infak itu untuk membersihkan harta? Jika banyak yang disortir (dibersihkan) bukankah itu artinya banyak kotorannya? Adakah bangga dengan banyak kotoran? 

Selamat Berbagi dan Berkelimpahan.

Semarang, 9 Februari 2012

Pariman Siregar

Author :  Pariman Siregar. Penulis, Coach Di  Master From Minder  , Pendiri  Quantum Motivation Center  , Supervisor Di Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa Republika  , Narasumber Di TrijayaFM Semarang  Dalam Acara Mutiara Pagi Official Blog : Http://Parimansiregar.Blogspot.Com/   

Mungkin Artikel ini yang Anda Cari :

untuk update artikel GRATIS, masukkan email anda dan anda akan mendapatkan artikel terbaru melalui email anda:

Thu, 9 Feb 2012 @10:37


2 Komentar
image

Sat, 11 Feb 2012 @21:33

nikmah

bapak, ijin copas ya pak.
saya akan menyertakan sumber link nya. untuk saya bagi ke teman2 di grup saya.

terima kasih.

image

Mon, 13 Feb 2012 @10:49

ekonovianto

silahkan mba nikmah, semoga bisa bermanfaat, salam kenal..


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+7+0

Poser Artikel
Kategori
Kata Mereka
Bisnis Q

photobooth semarang

cakrawala tour

pelangi tour travel internasional

 

Link SUPPORT
visitor counter

 

Copyright © 2017 ekonovianto[dot]com · All Rights Reserved
powered by sitekno