"INSAN KAMIL" Model manusia muslim paling POWERFULL Tahun 2012. Kita?

image

Menjadi Masnusia Insan Kamil.

Sahabatku yang powerful, apa kabar bahagia Anda hari ini?

Semoga sapa saya kali ini menjumpai Anda dalam keadaan sejahtera dan bahagia bersama orang-orang yang Anda cintai.

Melalui tulisan ini, saya ingin mengajak pembaca www.ekonovianto.com untuk terus tumbuh menjadi insan paripurna (insan kamil) dengan membangun akhalaqul karimah dan merefleksikannya dalam pergaulan hidup sehari-hari.

KOMPONEN PEMBANGUN AKHALAQUL KHARIMAH

(image source : here )

Saya memformulasikan akhalaqul karimah atau budi pekerti mulia sebagai penjumlahan antara karakter dengan kompetensi. Jika dirumuskan: AKHALAQUL KARIMAH = KARAKTER + KOMPETENSI.

Mari kita kupas ringkas tentang karakter dan kompetensi sebagai 2 komponen utama pembangun budi pekerti luhur.

1. KARAKTER AGUNG

Karakter merupakan sifat dan sikap yang dibangun dari pola pikir, pola rasa dan tindakan berulang. Karakter akan menjawab siapa diri kita yang sebenarnya. Hendaklah pembangunan karakter ditujukan untuk menghadirkan karakter agung yang akan mewujud dalam bentuk pribadi yang penuh integritas, disiplin dan penuh tanggung jawab.

(image source : here)

2. KOMPETENSI UNGGUL

Kompetensi merupakan keahlian yang kita kuasai dengan sangat baik. Keahlian akan semakin meninggi kualitasnya jika kuantitas atau jam terbang diperbanyak. Keahlian yang harus dikuasai mencakup keterampilan nonteknis atau SOFT SKILL dan keterampilan teknis atau HARD SKILL.

Masuk kategori soft skill adalah pertama, self development skill berupa pengenalan diri, baik kekuatan maupun kelemahan dan mengetahui visi hidup dengan jelas. Kedua, communication skill yang merupakan keterampilan di dalam berkomunikasi menyampaikan pesan atau perintah. Ketiga, leadership skill yaitu kemampuan dalam menggerakkan orang secara harmonis dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersama.

Sedangkan yang termasuk hard skill adalah segala kemampuan teknis yang bersifat spesifik seperti akuntansi, perbankan, arsitektur dan bidang keahlian teknis lainnya.

Karakter dan kompetensi keduanya harus disandingkan bukan ditandingkan untuk menjadi insan paripurna/insan kamil. Keduanya memiliki hubungan yang saling menguatkan jika disinergikan dan sebaliknya akan saling melemahkan jika diceraikan. Bagaimana hubungan antara keduanya bisa dipahami? Izinkan saya untuk memberikan sebuah perumpamaan untuk menjawab pertanyaan tersebut!

(image source : here)

PERUMPAMAAN KARAKTER & KOMPETENSI

Saya mengumpamakan: 

Karakter = lahan yang subur.

Kompetensi = bibit yang unggul.

Dengan perumpamaan tersebut akan lahir 3 kondisi yang berbeda, yaitu:

  1. 1. Karakter + kompetensi = bibit unggul ditanam pada lahan subur = buah yang berkualitas , Artinya, keterampilan teknis yang dimiliki oleh pribadi dengan karakter agung akan menghasilkan kinerja prima dan produktivitas tinggi.
  2. Karakter – kompetensi = lahan subur yang sia-sia (menganggur), Artinya, karakter luhur yang telah tertanam tidak akan mampu memberikan kontribusi riil bagi kesejahteraan dan kebahagiaan sesama jika tidak ditunjang oleh kepemilikan kompetensi atau skill teknis yang memadai.
  3. Kompetensi – karakter = bibit unggul yang tidak tumbuh secara optimal (terhambat)

Artinya, keahlian teknis yang tidak dilandasi dan dibarengi dengan karakter agung akan menjadikan mandeknya keahlian tersebut atau penyalahgunaan keahlian untuk hal yang merugikan diri sendiri dan masyarakat.

HUBUNGAN KARAKTER DENGAN KOMPETENSI

Seperti sudah saya sebut di awal tulisan ini bahwa karakter & kompetensi saling berhubungan dan harus disinergikan untuk mewujudkan insan kamil dalam pribadi kita. Saya menemukan 4 hubungan erat antara karakter dengan kompetensi sebagai berikut:

1. Karakter adalah etos kerja, kompetensi adalah alat/keahlian

Artinya, karakter akan mengarahkan dan menempatkan keahlian agar bisa memberikan sebaik-baiknya dan sebesar-besarnya manfaat. 

2. Karakter adalah jiwa, kompetensi adalah badan

Artinya, Karakter mengidupi dan memberikan energi bagi keahlian yang telah dikuasai untuk terus tumbuh sampai puncak keahlian.

3. Karakter adalah pondasi, kompetensi adalah bangunan

Artinya, karakter akan menjadi pijakan, landasan dan menguatkan bagunan kompetensi dan menjadikannya kokoh (mampu bersaing di pasar).

4. Karakter adalah akar, kompetensi adalah batang pohon

Artinya, karakter menegakkan pohon kompetensi untuk menjulang tinggi dan memberikan keteduhan bagi orang yang berteduh di bawahnya. Karakter juga memberikan nutrisi bagi kelangsungan kompetensi.

3. TIPE INSAN

Setelah Anda memahami arti, perumpamaan dan hubungan antara karkter dengan kompetensi, tulisan ini akan saya tutup dengan mengelompokkan insan berdasarkan kepemilikan karakter dan kompetensi. Saya membagi insan menjadi 4 kategori yaitu:

(image source ; here)

1. JAGO

Siapa yang masuk kategori jago? Mereka adalah para pakar di bidangnya. Mereka ahli dalam satu bidang tertentu karena memiliki karakter agung juga kompetensi unggul yang saling bersinergi. 

Jika diformulasikan: JAGO = BERKARAKTER + BERKOMPETENSI

2. PENGANGGURAN

Pengangguran adalah mereka yang memiliki karakter dengan kualitas cukup, namun tidak dibarengi dengan kompetensi yang memadai. Karena tiadanya kompetensi, mereka tidak digunakan atau terpakai. Solusinya, segera miliki kompetensi yang dibutuhkan dan komunikasikan dengan intens.

Jika diformulasikan: PENGANGGURAN = BERKARAKTER - BERKOMPETENSI

3. PENCURI

Berhati-hatilah dengan kategori yang ke-3 ini. Siapa mereka yang harus Anda waspadai? Mereka adalah orang yang ahli dalam suatu bidang namun keahlian tersebut tidak dilandasi dan disertai dengan karakter agung sehingga mereka sering melakukan pencurian, korupsi dan tindak-tindak kejahatan kelas tinggi yang canggih hanya untuk memenuhi keserakahan mereka.

Jika diformulasikan: PENCURI = BERKOMPETENSI - BERKARAKTER

4. SAMPAH

Kategori terakhir adalah mereka yang nothing. Tidak mempunyai karakter agung juga tanpa kompetensi unggul. Mereka hanya jadi beban keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Tida kemanfaatan yang bisa mereka kontribusikan. 

Jika diformulasikan: SAMPAH = TIDAK BERKARAKTER + TIDAK BERKOMPETENSI.

Kategori yang saya buat di atas dalam kehidupan nyata tidak terjadi sepenuhnya. Artinya, tidak ada orang yang 100%  jago, 100% pengangguran, 100% pencuri atau 100% sampah. Juga tidak mengacu kepada suatu profesi yang kasat mata  (fisik) melainkan suatu kualitas yang tidak kasat mata (batin).

Jadi, kualitas JAGOlah yang jika terus kita kembangkan sepanjang hayat mampu menjelmakan diri menjadi INSAN KAMIL. 

Salam Powerful

 Edi Susanto

Author : EDI SUSANTO, BUSINESS OWNER Bimbingan Belajar Antusias Sugihnom University, Griya Motivasi. - WRITER @(Simbiosa, Juli 2009) -  (Gramedia, Maret 2011)- (Elexmedia, Juni 2011)- (Diva Press, Januari 2012) - (Galang Press, 2012) - (Grasindo, 2012), TRAINER & KONSULTAN : 1. Motivasi, 2. Marketing, 3. Selling, fb : edisusanto.dahsyat

untuk update artikel GRATIS, masukkan email anda dan anda akan mendapatkan artikel terbaru melalui email anda:

Mungkin ini yang Anda CARI :

Tue, 7 Feb 2012 @09:45


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

visitor counter

 

Copyright © 2018 ekonovianto[dot]com · All Rights Reserved
powered by sitekno