Pendapat para aktivis Inovasi bizinov tentang mobil ESEMKA

image

Berikut beberapa pendapat terkait ramainya isu mobil ESEMKA, pendapat yang saya publis ini muncul dari para aktivis inovasi yang di galang dalam milis Bizinov yang dimoderatori oleh Bpk Pudjianto, selaku aktivis bic.web.id sangat objectif dan berbobot, silahkan menyimak.


Wali Kota Solo, Joko Widodo (Jokowi) mengendarai mobil Esemka, buatan siswa SMK Solo. Jokowi memutuskan mengganti mobil dinas Toyota Camry dengan mobil Esemka yang harganya hanya Rp 95 juta, atau 3,5 kali lipat lebih murah

PENDAPAT PARA AKTIVIS BIZINOV ;

Eflin Mual Sinambela
to bizinov2010
Dalam dunia industri biasa cloning mengkloning.. yang penting tidak mengklaim hak ciptanya. terutama merek
Disamping itu pasti ada perbedaan design jika kita mencontoh design yang sudah ada..
Jadi terus maju la kreasi anak bangsa...

salam
eflinms
Eflin MS / Software Consultant
PT. Syridink Informatika Indonesia
(Member Of Bandung High Tech Valley)

gunadi.sindhuwinata
Jan 9 (2 days ago)
to bizinov2010
Dari berita tadi dapat  dikatakan:

Bahwa mereka dapat merekit itu bagus dan saya salut. Memang mereka harus diberikan wadah untuk beraktifitas langsung dilapangan.
Saya menduklung sekali SMK mendapatkan kesempatan PRAKTEK yang benar agar menjadi siswa dengan  dan lulusan dengan pengalaman dan pendidikan yang memadai.
Ini seperti juga rekan rekannya yang ikut serta olympiade robot, mereka menang karena kreaviitasnya, apakah mereka memproduksi komponennya rasanay tidak.
Masalah  jiplak tidak ada problem katanya kalau mereka tidak mengklaim. Tapi ini sudah di klaim bahwa ini adalah hasil ciptaan mereka.
Dari mana asal komponen komponennya?
Silakan ambil kesimpulan sendiri.

Setuju Pak Eflins

Memang Esemka karya anak bangsa in masih banyak kekurangannya.
Oleh karena itu perlu didukung bersama2 utk menyempurnakannya agar tidak layu sebelum berkembang seperti proyek2 Mobnas yang lain.
Salam
Pre agusta
pre.agusta@enseval.com


Kristanto Santosa 

Jan 9 (2 days ago)
to bizinov2010
Inovasi ada tiga kelompok pak Gun:
1. Yang sering kita dengar adalah the Pathfinder (inovasi ..menjadi yang pertama di jagad)
2. Yang belakangan relevan sekali adalah the Transformer (bagaimana Samsung dan LG menjadi raja flat displays)
3. Yang kurang mendapat perhatian adalah the Quick Imitators (jagonya Cina), ditiru oleh Maspion misalnya....
KS

Giovano Kundono  
Jan 9 (2 days ago)
       
to bizinov2010
Siswa SMK ini memang cerdas. Sadar hak patent. Dengan mengubah design awal, bentuk terbaru menjadi suatu yg beda. Memang inovasi itu merubah design yang sudah ada. Kalau harus menciptakan yg sama sekali baru namanya invensi, dan invensi jauh lebih sulit dibandingkan inovasi. Jepang menjadi maju pun karena pintar menjiplak, lalu dikembangkan. Bukankah China juga menjiplak produk dari Jepang? Nah sekarang, Indonesia menjiplak dari China, lalu dikembangkan. Sip. Maju terus Esemka. Kalau punya duit, saya pun akan beli mobil Esemka. Cinta produk Indonesia, beli produk Indonesia. Bukan hanya beli, tapi pakai !! Agar tidak nganggur di garasi/gudang.
Salam jiplak meniru,
 
GK

Inovasi ada tiga kelompok pak Gun:
1. Yang sering kita dengar adalah the Pathfinder (inovasi ..menjadi yang pertama di jagad)
Dihasilkan oleh para genius melalui suatu ketekunan dan produknya memang hasil inovasi

2. Yang belakangan relevan sekali adalah the Transformer (bagaimana Samsung dan LG menjadi raja flat displays)
Dilakukan oleh pihak swasta dengan kucuran dan dan SDM tangguh didukung oleh pemerintahnya dengan tujuan yang jelas.
Siswa SMK dan Universitasnya juga mempunyai kesempatan mengunduh pengalaman dalam rangka praktek kerja lapangan.

3. Yang kurang mendapat perhatian adalah the Quick Imitators (jagonya Cina), ditiru oleh Maspion misalnya....
Dilakukan oleh mereka yang mempunyai skill didukung oleh kemampuan manufaktur yang ada dan dukungan dana dari pemerintah apalagi pada masa sebelumnya bahkan pemerintah tutup mata terhadap pencurian teknologi. Hasilnya adalah produk tiruan yang benar benar ASLI. Bahkan mereka berkembang menjadi industry yang saat ini dapat berinovasi sendiri melalui pengalaman menjiplak. Karena menurut mereka (CHINA) pengetahuan itu adalah milik universal, kemunyaan semua orang. Sekarang saja setelah dapat menbuat barang jiplakan mereka mulai menghargai HAKII.

Tanpa mengurangi respek saya terhadap murid murid SMK:

Ya, benar sebetulnya bagi kita yang penting proporsinya harus benar dan tepat.

Saya hanya memikirkan komponen komponennya buatan mana, kalau 80% sudah local itu apanya yang local? Supplier pemasok komponen kita ada 244 perusahaan siapa saja yang terlibat dan komponennya macam mana. Karena jkalau ESEMKS dapat 80% sedangkan industry mobil yang memproduksi ribuan baru dapat 80% terus bagaimana investasi ini dilakukan berapa biaya investasi oleh semua industry pendukungnya. Belum lagi kita berbicara depresiasinya dari semua peralatan produksi mualai dari alat perakitan , pengelasan, pengecatan dan alat alat cetakan untuk plat body dan komponen komponen plastic.

 Satu unit dijual 35 juta ini kan harganya mobil NANO nya INDIA yang diproduksi ribuan unit sampai ke 100 juta an dan ini sedikit lebih murah dari mobil Chery, China  yang di produksi ratusan ribu.

 Sekedar bahan renungan

 Salam,

GA

Triyatno Muji Sumarto 
Jan 9 (2 days ago)
       
to bizinov2010
Dear Pak Gunadi and All...,
Terus terang saya pribadi sangat senang dan bangga dengan peluncuran mobil Esemka ini.
Dan menurut saya adalah suatu kedurhakaan, bila mobil karya anak anak bangsa ini tidak di support oleh Pemerintah (terutama: Depristek, Deperin, Depnaker, Depkumdang dll). Embrio gagasan dari anak anak bangsa telah lahir menjadi bayi yang berwujud mobil SMK. Jangan sampai bayi yang telah lahir ini mati sendiri di tengah hutan, karena tidak ada yang peduli padanya.
Dapat di bayangkan, misalnya kalau insinyur insinyur lokal Indonesia pada mencari kerja menjadi Tenaga Kerja (TKI) ke luar Negeri, karena tidak ada lapangan kerja yang madani buat ilmu dan kepandaian mereka.  Padahal tiap tiap tahun, ribuan Insinyur insinyur Teknik lulus dari Perguruan Tinggi Perguruan Tinggi di Indonesia.

Di Tahun 2003, Pemerintahan China membeli Kereta Listrik Teknologi Tinggi dari Jerman (Schwebe-Transrapid), Kereta magnet super cepat yang bisa melayang tanpa ada gesekan dengan bumi. Jerman sendiri sudah menginvestkan dana yang besar, SDM, dan waktu puluhan tahun untuk Riset kereta ini.
Di tahun 2006 (hanya dalam kurun waktu 3 tahun) China sudah bisa menjiplak kereta itu 1:1. Hal ini sempat membuat para politisi Jerman Dongkol, dan mereka mempersulit Aufenthalterlaubnis (Ijin Tinggal) student student China di Jerman. Tapi karena support dari pemerintahan China yang luar biasa, dan teknik ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) dan sistem Kaizen nya, gesekan gesekan besarpun bisa di reduksi, dan akhirnya China sekarang bisa menjadi Negara yang bisa memproduksi kereta super sendiri.

Saya pribadi mengajak semua dari unsur A, B, dan G untuk ikut mendukung Industri Mobil Esemka ini.
Kalau hanya bentuk body yang hampir sama, itu sih bisa di modifikasi..., banyak insinyur teknik yang pandai memodifikasi.
Salam hangat buat semua...

TMS

gunadi.sindhuwinata 
Jan 9 (1 day ago)
to bizinov2010
Benar ini justru masalah kita yang selalu kita hadapi. China mempunyai blue print pengambangan teknologi yang jelas dan didukung oleh pemerintah yang kebetulan saat ini banyak duitnya.

Na, kalu kit amengandalkan swasta denga trilliunan rupiah yang harus dikucurkan ujungnya tidak diketahui taentu saj berat.

Tengok mereka mereka yang mengambangkan industry mobil Korea misalnya, itu kan dana yang di ok  oleh Park Chung Hee dann kemamouan SDM yang sudah dipersiapkan sejak bangku universitas. Dengan kemampuan membeli teknologi dari Amerika khususnya.
Tanpa  sumber teknologi dan tanpa pendanaa yang jelas bagaimana dapat tercapi. Industri otomotif tanpa industry komponen yang kuat tidak dapat berhasil.

Tambahan saya :

Tidak ada masalah utnuk meneruskan, tetapi dengan langkah yang tepat. Ini bukan masalah pro dan kontra terhadap karya SMK. Itu mempunyai porsinya sendiri untuk di apresiasi.

 Benar memang  kalau kita berpikir secara sederhana saja yang kita harus hitung hitung adalah:

1)      otomotif memerluka investasi yang sangat tinggi untuk itu kalau kita memikirka suatu target harga, maka kita akan diharuskan untuk mencapai suatu unit produksi tertentu agarharga tersebut dapat dicapai.

2)      Untuk menciptakan volume, maka harus ada pasar dan target pembeli. Kalau namanya MOBIL Nasional tidak dipaksa untuk mendapatkan volume yang memadai, maka tidak akan tercapai harga yang diinginkan.

Di India sebenarnya mobil nasionalnya sudah ada mereknya Ambasador basisnya adalah FIAT tahun 58 dan sampai sekarang masih diproduksi. Dengan segala kebanggaan para menteri cabinet India memakai mobil “kuno” tersebut yang modelnya tidak pernah berganti dan teknologinya tertinggal sekali. Hal ini disebabkan kalau mereka membuat model baru dengan teknologi lebih mutakhir, pasti akan mahal. Tidak tahan dengan depresiasi.

Maka di ciptakanlah pasar permanent yaitu untuk pejabat negera dan pegawai negeri.

3)      Untuk menunjang keberhasilan pasar harus pula tersedia pusat pusat suku cadang tergantung dimana akan dipasarkan mobil tersebut. Untuk mempersiapkan jejaringan layanan purna jual dan suku cadang saja diperlukan biaya yang tidak sedikit hingga milyaran rupuiah sarananya.

4)      Seandainya mobil itu dipasok oleh industry komponon yang ada, mereka hamper semuanya berada di likup 70 km dari Jakarta. Hal ini menjadikan industry kita yang ada cukup kuat, karena terbentuk klaster industry pada suatu daerah tertentu, dengan demikian biaya logistiknya pun akan murah, maka untuk model model tertentu kita dapat mengekspor erasing di manca Negara. Kalau dirakit ditempat lain rasanya agak sulit ditinjau dari konteks managemen industry dan logistiknya.

5)      Industri otomotif memerlukan SDM yang intensif dan terdidik. Satu industry manufaktur dan perakitan kendaran bermotor dengan kapasitas 10,000 unti satu bulan memerlukan tidak kurang dari 5,000 sampai 6,000 orang karyawan. Angka ini tidak dapat dihitung  dan di kalkulasi proposional  misalkan kita mempunyai 5 orang karyawan dalam satu bulan akan dapat memproduksi 10 unit. Ini tidak mungkin.
Jadi pertanyaan menjadi sahih: dimana diproduksi, berapa tenaga kerja, berapa investasi, siapa yang mendanai, bagaimana pasar dapat diciptakan. Agar supayaide “percaya diri melalui mobil ESEMKS” ini dapat terwujud dengan baik dan hidup berkelanjutan.

Dan kalau saat ini ESEMKA memakai komponen dari China tidak ada masalah ini adalah sekolah. Yang penting jangan ada yang menjadikan ini nantinya jadi embrio mobil China.


Eflin Mual Sinambela 
Jan 9 (1 day ago)
       
to bizinov2010
Point yang terpenting adalah:
1. Mobil itu harus layak uji sehingga ketika masuk pasar, akan direspon sangat baik.
2. Administrasi dan sertifikasi mobil harus dikeluarkan dengan standar yang sudah baku dan jangan memberikan kemudahan sertifikasi hanya karna embel embel mobil nasional, dikarenakan nanti yang pakai adalah masyarakat ketika komplain soal purna jual atau soal keamanan dan kenyamanan.

Dan ketika uji kelayakan dan ijin sudah selesai, maka kita sebagai warga negara mendukung untuk membelinya..dan tentu harus disiapkan infrastruktur:
1. Lokasi Produksi
2. Lokasi  Service
3. Lokasi Sales
4. Lokasi Pendukung lainnya

silahkan ditambahkan lagi..
Usaha ini harus dicoba sekuat tenaga, bilamana pada akhirnya mencapai kegagalan...
salam
eflinms

tito_loho
Jan 9 (1 day ago)
   
to bizinov2010
Di sini ada dua isu uatama yg sebenanrya berbeda : 1. Mengenai impian memiliki mobil nasional. 2. Mengenai impian mengembangkan SDM Indonesia khususnya di industri lbh khusus lagi sektor otomotif...
Utk pengembangan SDM maka sangat layak para siswa SMK serta para gurunya diapresiasi dan didukung dng sarana prasarana pemerintah, hibah, ayaupun beasiswa..
Utk pengembangan mobnasn maka ini sebenanrya di luar kemampuan para siswa "selevel SMK"... Beyond thatlah.. Mrk masih ..SMK biarlah mrk dikembangkan kemampuannya melalui beasiswa, magang, dll... Jangan paksa mrk keluar dari kompetensi mrk krn mrk akan kebingungan...

Ya benar.

Harus demikian dan  dari segi teknisnya dan harus pula komponenlokal dan kandungannya cocok pula.
Tapi ,emurut saya tidak dapat diserahkan SMK. Menurut saya tidak mungkin. Kalau pemerintah mendukung harus dibangun semacam DIRGANTARA Indonesia tapi untuk unit produk kendaraan bermotor roda empat (mobil) dan jangan pula PT INKA, karena INKAharus konsentrasi di pembuatan Gerbong KA atau bahkan nantinya Lokomotif. Ini harus dapat menunjang transportasi masal yang non kendaraan bermotor.

Salam,
GA


gunadi.sindhuwinata
Jan 9 (1 day ago)
to bizinov2010
Cocok.
Komentar yang bijaksana.

Dudukkan mereka pada proporsi yang tepat dan sebenarnya.

Sekali waktu juga ada SMK memproduksi Laptop. Ini sangat bagus untuk memantapkan kompetensinya, mkalau utnuk memproduksi masih ada pabrik computer, tempat mereka kemudian setelah lulus bekerja dengan segala pengetahuan yang telah didapatkannya didalam masa pendidikan.

Salam,
GA
 

BUD'S 1 

Jan 9 (1 day ago)
       
to bizinov2010
Selain yang disebutkan dibawah, ada point yang menurut saya cukup penting juga, walaupun point tersebut tak berwujud.... Management produksi, Service dan paling penting Suku Cadang / Spare Parts. Bisa dibayangkan kalau mobil tidak ada spare partnya bisa nongkrong tuh mobil dan Quality Control / Assurance Management.
 
Salam,
Budiman

Pudjianto-BIC
   
Jan 9 (1 day ago)
to bizinov2010
dear all
dari dulu kita sudah bisa membuat mobil , kok merakit dianggap bikin mobil ?
mobil made in Indonesia, suzuki, honda, toyota, daihatsu , malahan sudah export
jadi jangan heran laaaahhhh
salam hangat
pudji

DEMIKIAN SEBAGIAN PENDAPAT PARA PENGGIAT AKTIVIS INOVASI, postingan ini dimaksudkan memberikan gambaran objectif tentang kondisi sebenarnya.. semoga bermanfaat, jika anda tertarik masuk komunitas ini silahkan kunjungi webnya di www.bic.web.id


Wed, 11 Jan 2012 @10:04


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

visitor counter

 

Copyright © 2018 ekonovianto[dot]com · All Rights Reserved
powered by sitekno