Pahami Definisi Klaster, penting dalam berbisnis.

image

Menurut Porter (1998), Klaster merupakan konsentrasi geografis perusahaan dan institusi yang saling berhubungan pada sektor tertentu. Klaster mendorong industri untuk bersaing satu sama lain. Selain industri, klaster termasuk juga Pemerintah dan industri yang memberikan dukungan pelayanan seperti pelatihan, pendidikan, informasi, penelitian dan dukungan teknologi. Sedangkan menurut Schmitz (1997) klaster didefinisikan sebagai group perusahaan yang berkumpul pada satu lokai dan bekerja pada sektor yang sama. Sementara Enright, MJ (1992) mendifinisikan klaster sebagai perusahaan-perusahaan yang sejenis / sama atau yang saling berkaitan, berkumpul dalam suatu batasan geografis tertentu.

Pengertian klaster (JICA, 2004) juga dapat didefinisikan sebagai pemusatan geografis industri industri terkait dan kelembagaan-kelembagaannya. Perkembangan sarana transportasi dan telekomunikasi telah mengurangi pentingnya kedekatan secara geografis. Oleh karena itu batasan geografis menjadi fleksibel tergantung dari kepentingannya, yaitu :

  1. Merujuk dari segi usaha (business), klaster didefinisikan atas daerah yang luas di sepanjang pertalian-pertalian industri. Ini artinya bisa mencakup satu desa, Kabupaten, Propinsi bahkan lintas Propinsi yang berkaitan.
  2. Sedangkan dipandang dari kepentingan pembangunan daerah, batasan geografis dipergunakan dalam konteks kontribusinya terhadap ekonomi daerah dan kesejahteraan penduduknya.

Penumbuhkembangan klaster, sebagaimana dirumuskan oleh Michael Porter (1998) mengandung empat faktor penentu atau dikenal dengan nama diamond model yang mengarah kepada daya saing industri, yaitu (1) faktor input (factor/ input condition), (2) kondisi permintaan (demand condition), (3) industri pendukung dan terkait (related and supporting industries) serta (4) strategi perusahaan dan pesaing (context for firm and strategy)

Berdasarkan kondisi klaster (merujuk diamond model) dengan menilai dari kualitas produksi, teknologi, pasarnya, kapasitas sumber daya manusia dan hubungannya dengan pihak-pihak terkait bagi pengembangan klaster dari Pemerintah, swasta maupun industri terkait maka klaster dapat digolongkan menjadi 3, yaitu klater tidak aktif (dormant), klaster aktf (berkembang) dan klaster dinamis (advantage). Beberapa ciri yang dimiliki sebagai berikut (disarikan dari Laporan JICA, 2004) :
1. Klaster tidak aktif memiliki ciri ciri sebagai berikut :

  • produk tidak berkembang (cenderung mempertahankan produk yang sudah ada)
  • Teknologi tidak berkembang (memakai teknologi yang ada, biasanya tradisional, tidak ada investasi  untuk peralatan dan mesin)
  • Pasar lokal (merebutkan pasar yang sudah ada, tidak termotivasi untuk memperluas pasar, ini
  • mendorong terjadinya persaingan pada tingkat harga bukan kualitas) dan tergantung pada perantara / pedagang antara
  • Tingkat ketrampilan pelakunya statis (ketrampilan turun temurun)
  • Tingkat kepercayaan pelaku dan antar pelaku rendah (modal sosialnya rendah, mendorong saling menyembunyikan informasi pasar, teknis produksi dsb)
  • Informasi pasar sangat terbatas (hanya perorangan atau kelompok tertentu yang mempunyai akses terhadap pembeli langsung)

2. Klaster aktif memiliki ciri ciri sebagai berikut :

  • a. Produk berkembang sesuai dengan permintaan pasar (kualitas)
  • b. Teknologi berkembang untuk memenuhi kualitas produk di pasar
  • c. Pemasaran lebih aktif mencari pembeli
  • d. Terbentuknya informasi pasar
  • e. Berkembangnya kegiatan bersama untuk produksi dan pasar (misalnya pembelian bahan baku bersama, kantor pemasaran bersama, dst)

3. Klaster dinamis memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • a. Terbentuknya spesialisasi antar perusahaan dari klaster (misalnya untuk industri logam ada spesialisasi pengecoran, pembuatan bentuk, pemotongan, dsb)
  • b. Klaster mampu menciptakan produk baru yang dibutuhkan pasar/ konsumen
  • c. Teknologi berkembang sesuai dengan inovasi produk yang dihasilkan
  • d. Berkembangnya kemitraan dengan industri terkait baik dalam pengembangan produk, pengembangan teknologi maupun menjadi bagian industri terkait
  • e. Berkembangnya kelembagaan klaster
  • f. Berkembangnya informasi pasar

(disarikan dari buku Kajian Pola Pembiayaan Dalam Rangka Pengembangan Klaster, Bank Indonesia 2006)

Tue, 3 Jan 2012 @20:33


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

visitor counter

 

Copyright © 2019 ekonovianto[dot]com · All Rights Reserved
powered by sitekno