5 Indikasi Kejanggalan Kriminalisasi LHI oleh KPK ~ Politik..Ohh.. Politik...

image

Huuaaa... ekonovianto.com bicara politik?? emang salah ya bicara politik.. enggak lagi!!

sejak awal blog ini didirikan ( kayak organisasi sadja )  memang ingin lebih banyak berbicara tentang bisnis , tentang desain , tentang photografi , inspirasi dan juga tentang dunia website terutama webmatic yang saya tekuni ini.. truss.. mengapa ada postingan politik. mohon maaf pembaca sekalian, bukan berarti saya ini pengamat politik, bukan..

berhubung kemarin partai PKS ini baru saja mengorder perusahaan saya disini http://studiopelangi.com/ maka saya pun inisiatif segera mencari2 berita dengan tema yang serupa, dan ingin memastikan berita tersebut,bener apa tidak.. soalnya kan saya juga dapet klien PKS, masak nanti dibayar pake uang hasil korupsi, ya nggak mau lah saya.. ~kalo dikit~ :-D (becanda).

Dari sini saya juga ingin mengajak para pembaca setia blog ekonovianto.com ini untuk lebih cermat mengamati media , dari sekian banya berita yang lagi rame di media akhir-akhir ini selain RA, dan WH yang lagi di periksa BNN ada satu berita yang menurut saya agak aneh, yaitu seputar keterlibatan LHI dalam kasus suap.. semoga menginspirasi

kemudian dari sekian banyak rujukan berita, saya cenderung sependapat dengan pemberitaan berikut ini, monggo silahkan dibaca dan di telaah sendiri :

dakwatuna.com – Tuduhan yang menerpa Luthfi Hasan Ishaaq anggota Komisi I DPR, dinilai berbagai kalangan sangat janggal. Tak pelak hal ini dianggap sebagai kriminalisasi LHI untuk tujuan tertentu.

Kejanggalan pertama, yaitu ketika awal berita penangkapan muncul isu di berbagai media bahwa yang ikut ditangkap adalah supir Menteri Pertanian, Suswono. Ternyata dibantah sendiri oleh Suswono setelah mengklarifikasikan hal ini ke KPK.

Kejanggalan berikutnya adalah bahwa yang mau disuap adalah anggota komisi IV DPR dari PKS. Lalu ternyata sekarang menjadi Luthfi Hasan Ishaaq yang merupakan anggota Komisi I DPR. Komisi IV adalah komisi yang salah satunya membidangi pangan. Sedangkan Komisi I adalah komisi yang membidangi Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika.

Kejanggalan ketiga, jika berkaitan dengan daging impor, dan tudingannya diarahkan bahwa LHI bisa mengatur Mentan yang notabene kader PKS, jelas salah alamat. Pasalnya Mentan tidak mengatur impor daging. Quota impor daging yang mengatur adalah Kementerian Perdagangan. Apakah LHI bisa mengatur Menperindag yang notabene orang SBY?

Kejanggalan keempat, disebutkan bahwa ada upaya penyuapan. Padahal yang bersangkutan tidak menerima uang tersebut. Hanya disebutkan bahwa uang itu baru akan diberikan untuk LHI. Apakah adil orang yang berupaya mau disuap dijadikan tersangka? Padahal dia bisa jadi tidak tahu ada upaya itu. Dan apalagi tidak menerima uang tersebut.

Kejanggalan kelima, penetapan tersangka kepada LHI oleh KPK tanpa didahului oleh pemeriksaan. KPK memang bisa langsung menetapkan tersangka terhadap seseorang yang tertangkap basah melakukan transaksi korupsi, namun LHI tidak ada dalam penggrebekan yang dilakukan KPK itu. Lalu mengapa tiba-tiba LHI – tidak kurang dari 12 jam – langsung ditetapkan menjadi tersangka tanpa ada pemeriksaan sebelumnya? Berbeda dengan kasus-kasus lain yang bisa bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Wallahualam bishowab. Semoga Allah melindungi kita semua dari makar ini.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/01/27417/5-indikasi-kejanggalan-kriminalisasi-lhi-oleh-kpk/#ixzz2JXE6TiTx

Thu, 31 Jan 2013 @14:17


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 3+7+1

Poser Artikel
Kategori
Kata Mereka
Bisnis Q

photobooth semarang

cakrawala tour

Rara Shop

ekonov gallery

pelangi tour travel internasional

 

Link SUPPORT
visitor counter

 

Copyright © 2017 ekonovianto[dot]com · All Rights Reserved
powered by sitekno